Terapkan PHBS di Sekolah dan Masyarakat, DKP2KB Bersama Puskesmas Sungai Salak Gelar Penyuluhan untuk UKS, Posyandu, dan Tokoh Masyarakat

Daerah Sabtu, 01 Agustus 2026 - 10:43 WIB
Terapkan PHBS di Sekolah dan Masyarakat, DKP2KB Bersama Puskesmas Sungai Salak Gelar Penyuluhan untuk UKS, Posyandu, dan Tokoh Masyarakat

Penyuluhan PHBS oleh DKP2KB dan Puskesmas Sungai Salak

 

Tempuling – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Indragiri Hilir melalui Bidang Promosi Kesehatan (Promkes) bersama Puskesmas Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, menggelar penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan sekolah dan masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat upaya mewujudkan sekolah sehat serta Posyandu yang berkualitas.

Penyuluhan yang berlangsung di Aula Puskesmas Sungai Salak pada Kamis (30/7) tersebut diikuti oleh para pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) se-Kecamatan Tempuling, kader Posyandu bidang kesehatan, serta tokoh masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Puskesmas Sungai Salak, Syuria Dharma, AMK., SKM, yang menegaskan pentingnya penerapan PHBS sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

"Dalam penyuluhan ini, narasumber memberikan edukasi mengenai bagaimana menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di setiap tatanan kehidupan. Baik di lingkungan pendidikan melalui program sekolah sehat yang didukung UKS, maupun di lingkungan masyarakat melalui pengelolaan rumah tangga dan lingkungan yang sehat," ujar Syuria Dharma.

Ia menambahkan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai sistem pelayanan Posyandu terkini, termasuk berbagai inovasi dan ide kreatif dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan memuaskan bagi masyarakat.

Sementara itu, penyuluh dari Bidang Promosi Kesehatan DKP2KB Kabupaten Indragiri Hilir, Maria Hairani, menjelaskan bahwa keberhasilan PHBS berawal dari kesadaran individu yang kemudian berkembang menjadi kebiasaan bersama di lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.

"PHBS yang efektif dimulai dari kesadaran pribadi. Ketika seseorang membiasakan hidup bersih dan sehat, perilaku positif tersebut akan menjadi contoh dan menular kepada keluarga, lingkungan, hingga masyarakat," jelas Maria Hairani.

Menurutnya, di lingkungan sekolah, penerapan PHBS tidak hanya mengajarkan siswa menjaga kebersihan diri, tetapi juga membiasakan mereka menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Hal itu meliputi kebersihan ruang kelas, sanitasi, toilet, hingga pemilihan makanan atau jajanan yang aman dan bergizi.

"Peran UKS tidak hanya memberikan pertolongan ketika ada siswa yang sakit, tetapi juga menjadi pusat edukasi kesehatan yang mampu membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah," katanya.

Maria Hairani juga menekankan bahwa Posyandu saat ini memiliki peran yang semakin luas. Selain sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar, Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat edukasi, sosialisasi, serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan para pengelola UKS, kader Posyandu, dan tokoh masyarakat dapat menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan penerapan PHBS secara berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan sekolah dan masyarakat yang sehat, bersih, serta produktif.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment