- Tim Puslitbang Polri Teliti Kesesuaian Norma Penyelidikan dan Penyidikan di Polres Karimun.
- Tersinggung Dibilang Hitam, Karyawati SPPG Dihabisi Teman Sekolah
- MTQ 47 Tempuling Makin Dekat, Panitia Gesa Persiapan Pembukaan.
- Sembilan Tahun Konflik Petani Inhil Dengan PT IGJA Tak Selesai
- Sekda Inhil Hadiri Maulid PWRI
- TURNAMEN POLY BAL RESMI DITUTUP — BERJALAN SELAMA 16 HARI, INILAH PARA JUARA KATEGORI PUTRA
- BUPATI INHIL H. HERMAN, SE., MT RESMI BUKA PAWAI TA’ARUF DAN BAZAR DI KECAMATAN GAUNG
- Asmadi SH Terpilih Aklamasi, Nahkodai PBSI Inhil Periode 2026–2030
- Muskab PBSI Inhil 2026 Digelar, KONI Dorong Penguatan Pembinaan Atlet dan Prestasi
- MTQ KE-XXX TINGKAT KECAMATAN GAUNG RESMI DIBUKA — KEPALA DESA LAHANG TENGAH RINO, S.KOM. SEKALIGUS KETUA PANITIA UCAPKAN TERIMA KASIH
Tersinggung Dibilang Hitam, Karyawati SPPG Dihabisi Teman Sekolah
Kasus meninggalnya karyawan SPPG Padang Serai di Bengkulu mulai menemukan titik terang. Polisi telah mengamankan seorang pria berinisial RP (24), yang diketahui bekerja sebagai petugas keamanan di lokasi yang sama dengan korban.
Korban, Indo Melvi Yunadatia (24), sebelumnya dilaporkan hilang setelah berangkat menuju tempat kerja. Pada Senin (14/9/2026), korban kemudian ditemukan meninggal dunia di kawasan Kampung Bahari Ujung, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Penemuan sepeda motor yang diduga milik korban menjadi salah satu petunjuk awal penyelidikan.
Tim kepolisian kemudian melakukan penelusuran hingga mengamankan RP untuk diperiksa lebih lanjut. Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat membenarkan ada seorang laki-laki yang diamankan guna kepentingan penyelidikan kasus tersebut.
Dari pemeriksaan awal, penyidik disebut tengah mendalami dugaan persoalan pribadi yang sudah berlangsung sejak masa SMP. RP dikabarkan merasa tersinggung karena disebut kerap mendapat hinaan terkait warna kulit dengan sebutan “htm”, bahkan disebut terjadi di hadapan orang lain. Persoalan lama itu kini diduga menjadi salah satu motif yang sedang didalami.
Meski demikian, polisi masih melakukan pemeriksaan dan belum memastikan apakah persoalan tersebut benar menjadi motif utama. Kasus ini juga jadi pengingat betapa ucapan yang dianggap sepele bisa meninggalkan luka panjang. Menurut kalian, bagaimana seharusnya konflik seperti ini diselesaikan sebelum berujung fatal?
Berita Populer
- Suami di Mandah Bunuh Pengganggu Istrinya Dengan Parang
- Polsek Kateman Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Guntung
- Mengerikan, Usai BAB, Gadis belia ini Digigit Buaya di Parit 10 Kayu Jati
- Gagal Perkosa, Pemuda Di Inhil Bunuh Bibi Kandung
- Saling Tikam Saat Mabuk Tuak, Seorang Pria di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah
Berita Terkait
- Seorang Pelaku Curanmor Bersama dua Penadah di Ringkus Satreskrim Polres Inhil0
- Proyek Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat P3- TGAI Kampung Buantan Lestari Tanpa Papan 0
- Jelang Lebaran Warga Sekitar Toko Z Ketiban Berkah Zakat0
- Kasus Covid- 19 di Siak Meningkat, Petugas Gabungan terus Gelar Razia Prokes0
- BAZNas Inhil Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Siti Mardiyah0








