- Sinergi Polres Siak dan BAZNAS, Rumah ke 8 Program "Bedah Rumah Presisi" diresmikan dan diserahkan Kepada Penerima Manfaat
- Usai Hadiri Rakerda di Inhil, Alfedri Pulang Ke Sungai Salak, Ziarah Makam Abah Tercinta, Alfedri: Pulang Untuk Menunaikan Rindu
- Alfedri Hadiri Pelantikan DPC dan Relawan PAN SE Inhil, Ini Harapanya
- DANDIM 0322/SIAK HADIRI EKSPOSE PERCEPATAN KERJA SAMA PEMELIHARAAN JALAN DAERAH, DUKUNG SINERGI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
- Hasil Rapat Bersama, Panitia HUT RI 81 dan MTQ Tempuling ke 47 Telah di Bentuk.
- Bhabinkamtibmas Kampung Temusai Polsek Bungaraya Aipda Hendra Riyadi, Cek dan pantau Perkembangan Tanaman Jagung di Lahan Masyarakat
- Dukung Program Pekarangan Pangan Bergizi Polsek Bungaraya, Bhabinkamtibmas Bungaraya Bripka Ricky Hidayat, Taja Pengecekan Tanaman Jagung di Lahan Masyarakat
- Sesuai Program Pemerintah Asta Cita, Bhabinkamtibmas Aipda Hendra Riyadi Bersama Kelompok Tani Kampung Temusai, Cek Tanaman Jagung Pipil Di Kuartal ll Seluas 1,5 hektare
- Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi, Pemkab Genjot Kemudahan Perizinan dan Insentif Investor
- Bhabinkamtibmas Bungaraya Bripka Ricky Hidayat, Cek Program Pekarangan Pangan Bergizi Polsek Bungaraya, Tanaman Jagung Berumur 40 Hari di Lahan Masyarakat
Kasus Kematian dr. Alex Terus Didalami, Polisi Libatkan Ahli Forensik dan Psikologi
Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos P., S. H., M. H.,
SIAK Koranindragiripos– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak terus mendalami penyelidikan kasus meninggalnya dr. Alex Cristo Loris. Hingga Kamis (23/7/2026), proses penyelidikan masih berlangsung secara komprehensif dengan pendampingan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau serta melibatkan sejumlah ahli forensik.
Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos P., S.H., M.H., menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara ilmiah (scientific crime investigation) guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Pelaksanaan penyelidikan dilakukan dengan asistensi dari Ditreskrimum Polda Riau agar seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur dan berdasarkan kaidah keilmuan,” ujar AKP Raja Kosmos.
Ia menjelaskan, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan awal terhadap jenazah, serta mengamankan sejumlah barang bukti. Selanjutnya, jenazah telah diautopsi, namun hasil akhirnya masih menunggu pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik. Sementara barang bukti yang diamankan juga masih dalam proses pemeriksaan di Laboratorium Forensik.
Selain itu, penyidik telah mengumpulkan seluruh rekaman CCTV yang merekam perjalanan korban sejak keluar dari rumah sakit hingga tiba di lokasi kejadian. Rekaman tersebut diperoleh dari dua sumber CCTV dan telah diamankan sebagai barang bukti.
Dalam proses penyelidikan, Satreskrim juga telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya petugas keamanan dan pegawai RSUD, dua dokter pembimbing residen anestesi, seorang dokter residen anestesi, serta istri korban.
Pemeriksaan akan terus dikembangkan terhadap sejumlah pihak lain, termasuk rekan sejawat korban di Fakultas Kedokteran Universitas Riau, staf akademik, staf bagian keuangan FK Unri, hingga dua rekan korban di Maluku, yakni seorang bidan dan seorang dokter yang telah dihubungi langsung oleh penyidik untuk memberikan keterangan.
Di sisi lain, satu unit telepon seluler milik korban telah berhasil dibuka secara manual dengan bantuan istri korban serta disaksikan orang tua dan kakak korban. Proses tersebut telah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Namun, beberapa aplikasi dan data yang belum dapat diakses telah dikirim ke Laboratorium Forensik untuk dilakukan pemeriksaan digital.
Berdasarkan sejumlah barang bukti, keterangan saksi, dan data yang ditemukan dari telepon genggam korban, penyidik juga menggandeng ahli psikologi forensik dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR). Saat ini, tim ahli telah memulai proses wawancara terhadap para saksi serta melakukan analisis terhadap barang bukti dan petunjuk lainnya.
AKP Raja Kosmos berharap seluruh rangkaian penyelidikan dapat segera rampung. Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut harus mengedepankan prinsip ilmiah agar kesimpulan yang dihasilkan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami berharap penyelidikan ini dapat segera selesai. Namun seluruh proses tetap berpedoman pada prinsip keilmuan sehingga nantinya dapat menghadirkan fakta yang tidak terbantahkan mengenai penyebab kematian korban,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses penyelidikan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Satreskrim Polres Siak terus bekerja secara profesional. Kami mengharapkan dukungan masyarakat agar proses penyelidikan berjalan dengan baik serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Siak,” pungkasnya.
Kasat Reskrim menambahkan, perkembangan penyelidikan juga terus dilaporkan kepada Bupati Siak selaku kepala daerah sebatas informasi umum, sehingga pemerintah daerah dapat memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama proses penyelidikan berlangsung.(***)
Berita Populer
- Suami di Mandah Bunuh Pengganggu Istrinya Dengan Parang
- Polsek Kateman Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Guntung
- Mengerikan, Usai BAB, Gadis belia ini Digigit Buaya di Parit 10 Kayu Jati
- Gagal Perkosa, Pemuda Di Inhil Bunuh Bibi Kandung
- Saling Tikam Saat Mabuk Tuak, Seorang Pria di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah
Berita Terkait
- Wan Hamzah:Seharusnya Pemerintah Bijak Mengambil Keputusan.0
- Kwarran Tanah Merah Salurkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor Tanjung Baru0
- Kwarcab Pramuka Inhil Sigap Kirim Bantuan Longsor di Tanjung Baru0
- Polres Siak Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 20210
- Kasus Covid 19 meningkat, Bupati Alfedri Ikut Rakornas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Pen0








