- Kado Indah HUT Ke-27: Siak-CSIRT Resmi Dikukuhkan BSSN, Pertama Kali dalam Sejarah Pemkab Siak
- Investasi Rp1,6 Triliun Masuk KITB, Siak Bidik 700 Lapangan Kerja untuk Anak Muda
- PT ORI Tanam Investasi Rp1,6 Triliun di KITB Siak, Bupati Afni: Akan Banyak Investasi Lagi
- Jaga Identitas dan Warisan Budaya Melayu, Disdik Siak Dorong Pelajar Mainkan Kompang dari Sekolah
- HUT ke-27 Kabupaten Siak, Diskominfo Salurkan Sembako untuk Lansia dan Warga Membutuhkan*
- Warga Pebadaran Apresiasi Pelayanan di PN Siak, dan Ucapkan Terimakasih
- Laboratorium Teknologi Pasca Panen FPP UIN Suska Riau Gelar Pelatihan Penulisan Monograf dan Buku Referensi
- Sekolah Tidak Ijazah Ada
- WARGA DUSUN PASAR LAMA BERGERAK SWADAYA PERBAIKI JALAN RUSAK
- MTQ 47 Tempuling Sukses, Panitia Bubar, Kafilah Kecamatan Tempuling Siap Gebrak MTQ Inhil
Kapolres Karimun Yunita Stevani Dorong Penguatan Peran Bhabinkamtibmas Dalam Mencegah Kasus Terjadinya Bunuh Diri di Kabupaten Karimun.
Karimun, Koranindragiripos.com, Dua kasus dugaan bunuh diri terjadi di wilayah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, pada Kamis (10/9/2026). Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius jajaran Polres Karimun sekaligus memperkuat komitmen kepolisian dalam mendorong upaya pencegahan melalui pendekatan sosial dan kepedulian masyarakat.
Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, mengimbau masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas ketika menghadapi persoalan kehidupan, baik persoalan keluarga, tekanan ekonomi, maupun beban psikologis.
Menurutnya, persoalan yang berat perlu dihadapi dengan mencari bantuan baik dari keluarga maupun pihak profesional, bukan dengan mengakhiri kehidupan.
Mengapa Segera Mencari Bantuan Sangat Penting ? Pikiran untuk bunuh diri bisa ditangani ; Kondisi ini sering kali dipicu oleh depresi, kecemasan ekstrem, atau tekanan hidup yang berat. Psikolog atau psikiater dapat memberikan terapi dan penanganan yang tepat.
Beban terasa lebih ringan saat dibagikan: Berbicara dengan orang lain, terutama profesional yang tidak menghakimi, dapat membantu Anda menemukan sudut pandang baru yang lebih aman.
Pencegahan dini menyelamatkan nyawa: Mengenali tanda-tanda peringatan pada diri sendiri atau orang terdekat adalah langkah pertama untuk mencegah tindakan fatal.
Cara Membantu Orang Terdekat yang Berada dalam Krisis.
Jika Anda melihat teman atau keluarga menunjukkan tanda-tanda depresi berat atau menyatakan keinginan untuk mengakhiri hidup; dengarkan tanpa menghakimi, biarkan mereka meluapkan perasaannya tanpa memberikan pencerahan yang bersifat menggurui.
Tanyakan secara langsung: Bertanya dengan lembut apakah mereka memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri ? hal ini tidak akan memicu tindakan tersebut, melainkan menunjukkan bahwa Anda peduli.
Temani mereka: Jangan tinggalkan mereka sendirian jika mereka berada dalam situasi bahaya segera.
Bantu hubungi profesional: Dampingi mereka untuk pergi ke puskesmas, rumah sakit terdekat, atau menghubungi Bhabinkamtibmas yang berada di wilayahnya.
Polres Karimun pun terus memperkuat langkah-langkah preventif dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan.
“Kami tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga mereka merasa nyaman untuk berbagi masalah,” ujar AKBP Yunita Stevani, Jumat (11/9/2026).
Kapolres menegaskan, pencegahan bunuh diri bukan menjadi tanggung jawab kepolisian semata. Diperlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur yang berada paling dekat dengan kehidupan warga.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Imbauan ini kami sampaikan setelah setelah terjadi lagi dua peristiwa dugaan bunuh diri di dua wilayah berbeda di Kabupaten Karimun pada hari yang sama.
Peristiwa pertama terjadi di wilayah Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Seorang pria berinisial YA (40) ditemukan meninggal dunia di kediamannya.
Berdasarkan informasi awal kepolisian, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa kedua terjadi di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, sekitar pukul 02.00 WIB. Seorang pria lanjut usia berinisial B (80) ditemukan meninggal dunia di rumahnya.
Dari keterangan awal yang dihimpun kepolisian, korban diduga mengalami tekanan psikologis berkaitan dengan penyakit menahun yang telah lama dideritanya.
Kedua kejadian tersebut kini menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental dan tekanan kehidupan membutuhkan perhatian serius dari lingkungan terdekat.
Bagi Polres Karimun, penguatan pendekatan sosial menjadi salah satu bagian penting dari strategi pencegahan.
Berita Populer
- Suami di Mandah Bunuh Pengganggu Istrinya Dengan Parang
- Polsek Kateman Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Guntung
- Mengerikan, Usai BAB, Gadis belia ini Digigit Buaya di Parit 10 Kayu Jati
- Gagal Perkosa, Pemuda Di Inhil Bunuh Bibi Kandung
- Saling Tikam Saat Mabuk Tuak, Seorang Pria di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah
Berita Terkait
- Proyek Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat P3- TGAI Kampung Buantan Lestari Tanpa Papan 0
- Jelang Lebaran Warga Sekitar Toko Z Ketiban Berkah Zakat0
- Kasus Covid- 19 di Siak Meningkat, Petugas Gabungan terus Gelar Razia Prokes0
- BAZNas Inhil Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Siti Mardiyah0
- Safari Ramadhan, PT TKWL Serahkan Bantuan dan Santuni Anak Yatim Kampung Jayapura0








