- Lima Pekan Pascatanam, Jagung di Teluk Belengkong Tumbuh Subur, Bhabinkamtibmas Turun Langsung Lakukan Pemantauan
- Mahasiswi UNRI Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Kos
- DPP IKJR Gelar Budaya 1 Muharam 1448 Hijriah:Sambung Rasa Nguri-nguri Budaya Luhur
- Bhabinkamtibmas Kampung Jatibaru Aipda Rafindo Suryadi, Cek Perkembangan Tanaman Jagung Program Pekarangan Pangan Bergizi, Saat Ini Dalam Proses Perawatan
- Bhabinkamtibmas Kampung Tuah Indrapura Aipda Riant Haprid, Pantau Tanaman Jagung Program Pekarangan Pangan Bergizi
- Kanit Binmas Polsek Bungaraya Aiptu Jefri Dan Anggota Polsek Bungaraya Bersama Petani, Antar dan Jual Hasil Jagung Pipil, Program Ketahanan Pangan di Gudang Bulog Bungaraya
- DPP APINDO Riau bersama DPK APINDO Indragiri Hilir Serahkan Bantuan Alat Pemadam Kebakaran
- Menpan-RB Resmikan MPP Kabupaten Karimun, Bupati Tekankan Layanan Cepat dan Bahagia
- Patroli Siaga Bencana Samapta Polres Karimun, Pohon Tumbang di Bukit Sidomulyo Berhasil Ditangani.
- UPAYA MAKSIMAL DUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN, POLRES SIAK MATANGKAN PERSIAPAN PENANAMAN JAGUNG PIPIL 12 HEKTAR DI KANDIS
Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi Dua Perusahaan di Siak, Peduli Karhutla dan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca
INDRAGIRIPOS – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi Kabupaten Siak sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan sawit berkelanjutan di Indonesia, hal tersebut terungkap dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (10/5/2025).
Menteri Hanif dan rombongan meninjau langsung keberhasilan PTPN IV Regional 3 Lubuk Dalam, dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, serta mengecek kesiapsiagaan karhutla di PT Kimia Tirta Utama, Koto Gasib, Kabupaten Siak.
Di Lubuk Dalam, Menteri Hanif menyampaikan apresiasinya terhadap langkah PTPN IV yang telah mampu mereduksi emisi karbon sebesar 33.799 ton CO2 ekuivalen.
Angka tersebut telah diverifikasi oleh lembaga independen dan menjadi bagian dari skema Sertifikat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).
“Kami mengucapkan selamat kepada jajaran PTPN IV. Ini adalah model nyata bahwa sektor sawit pun bisa menjadi bagian dari solusi krisis iklim global,” ujar Hanif.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan sawit dengan pendekatan ESG (Environmental, Social, and Governance) seperti yang diterapkan di Lubuk Dalam layak menjadi contoh nasional, khususnya bagi anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).
“Harapan kami, tempat ini bisa menjadi tempat belajar untuk mendorong percepatan perdagangan karbon di sektor pertanian, terutama kelapa sawit,” lanjutnya.
Saat pengecekan PT Kimia Tirta Utama Siak dalam kesiapsiagaan Karhutla ia menilai ini telah memenuhi standar dalam penanggulangan Karhutla.
Hanif menyebut Riau, termasuk Siak, menjadi daerah prioritas pengawasan karena memiliki sekitar 4 juta hektare lahan sawit dan mencatat luas indikasi karhutla tertinggi di Indonesia hingga April 2025.
“InsyaAllah kita bisa menekan kejadian Karhutla di Riau ini, Jika 4 juta hektare ini tertata dengan baik, maka tidak ada karhutla. Kami pantau Riau ini tertinggi di Indonesia. Jadi, mari kita bersinergi bersama dalam menghadapi persoalan karhutla di Indonesia ini," pintanya.
Wakil Bupati Siak, Husni Merza, turut mendampingi Menteri (LH), menyampaikan rasa bangganya atas apresiasi dan mendukung dari pemerintah pusat.
“Kami tentu senang dan bangga, karena daerah kami bisa menjadi contoh. Terima kasih kepada pak Menteri dan jajaran yang sudah datang ke Siak. Ini jadi semangat bagi perusahaan lainnya untuk terus berinovasi,” ucap Husni.
Tak hanya itu, Menteri juga melakukan kunjungan ke PT Kimia Tirta Utama di Koto Gasib untuk meninjau langsung kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Ia mengecek sarana dan prasarana penanggulangan karhutla, termasuk pelatihan masyarakat dan kesiapan petugas.
“Pak Menteri Hanif tadi mengingatkan setiap perusahaan sawit wajib memenuhi standar kesiapsiagaan karhutla sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” kata Husni.
Ia menegaskan akan menegur perusahaan yang tidak memiliki kelengkapan kesiapsiagaan karhutla, karena sudah adanya standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah sehingga wajib dimiliki.
Turut hadir dalam kunjungan itu, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH Ary Sudjianto, Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rizal Irawan, Tenaga Ahli Menteri Bidang Kebakaran Hutan Raffles Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan Eduward Hutapea, Direktur Tata Kelola Ekonomi Karbon Hari Wibowo, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau, Mamun Murod.(Rilis MC Kabupaten Siak/Rahma/Laporan AR Siak)
Berita Populer
- Suami di Mandah Bunuh Pengganggu Istrinya Dengan Parang
- Polsek Kateman Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Guntung
- Mengerikan, Usai BAB, Gadis belia ini Digigit Buaya di Parit 10 Kayu Jati
- Gagal Perkosa, Pemuda Di Inhil Bunuh Bibi Kandung
- Saling Tikam Saat Mabuk Tuak, Seorang Pria di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah
Berita Terkait
- Muammar Armain Minta Optimalisasi Pemberdayaan BUMDesa Pada Pengelolaan Produk Turunan Kelapa0
- Naok Orarei Tokoh KKB wilayah Yapen Memyerahkan diri kembali ke NKRI0
- Polri dan KPI Bahas Persiapan Hari Penyiaran Nasional0
- Diskop dan UKM Inhil Lakukan Pembinaan Outlet Nyiur Tembilahan0
- Edarkan Sabu 19,73 Gram,Seorang Pria Paruh Baya Ini Di tangkap Satres Narkoba Polres Siak0








