- Sembilan Tahun Konflik Petani Inhil Dengan PT IGJA Tak Selesai
- Sekda Inhil Hadiri Maulid PWRI
- TURNAMEN POLY BAL RESMI DITUTUP — BERJALAN SELAMA 16 HARI, INILAH PARA JUARA KATEGORI PUTRA
- BUPATI INHIL H. HERMAN, SE., MT RESMI BUKA PAWAI TA’ARUF DAN BAZAR DI KECAMATAN GAUNG
- Asmadi SH Terpilih Aklamasi, Nahkodai PBSI Inhil Periode 2026–2030
- Muskab PBSI Inhil 2026 Digelar, KONI Dorong Penguatan Pembinaan Atlet dan Prestasi
- MTQ KE-XXX TINGKAT KECAMATAN GAUNG RESMI DIBUKA — KEPALA DESA LAHANG TENGAH RINO, S.KOM. SEKALIGUS KETUA PANITIA UCAPKAN TERIMA KASIH
- Panen Jagung Kuartal II di Teluk Belengkong Didorong untuk Perkuat Ketahanan Pangan
- Kapolres Karimun Yunita Stevani Dorong Penguatan Peran Bhabinkamtibmas Dalam Mencegah Kasus Terjadinya Bunuh Diri di Kabupaten Karimun.
- DPN ASPANJI Dorong Serapan TKDN, Effendi Sianipar : Gunakan Produk Dalam Negeri Tingkatkan Ekonomi Mikro dan Kecil
Seekor Monyet Berhasil Ditangkap, BBKSDA Riau Pastikan Dulu Apakah Pelaku Penyerangan Warga di Tembilahan
Monyet yang berhasil ditangkap petugas
Tembilahan – Setelah beberapa hari menimbulkan keresahan dan memicu sejumlah insiden penyerangan terhadap warga di Kota Tembilahan, seekor monyet akhirnya berhasil ditangkap dalam operasi gabungan yang digelar di Jalan Tampomas, Parit 14, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (6/8/2026).
Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan bahwa satwa yang berhasil ditangkap tersebut merupakan monyet yang selama ini berkeliaran dan menyerang warga. Kepastian itu masih menunggu hasil identifikasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail, menjelaskan bahwa perangkap dipasang sekitar pukul 08.00 WIB oleh tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA Riau, Polres Indragiri Hilir, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, pemerintah kecamatan, serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 14.20 WIB ketika seekor monyet masuk ke dalam perangkap yang telah dipasang lengkap dengan umpan. Satwa itu kemudian dievakuasi dan dibawa ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir untuk penanganan sementara.
"Alhamdulillah, satu ekor monyet berhasil masuk ke dalam perangkap yang kami pasang. Namun, kami belum dapat menyimpulkan bahwa ini adalah monyet yang selama ini meresahkan masyarakat. Selanjutnya, BBKSDA Riau akan melakukan pengamatan dan identifikasi untuk memastikan apakah monyet ini memiliki ciri-ciri yang sama dengan monyet yang selama ini berkeliaran di Kota Tembilahan," ujar Junaidi.
Menurutnya, proses identifikasi menjadi langkah penting agar pemerintah tidak terburu-buru menyatakan ancaman telah berakhir. Pasalnya, hingga kini belum ada kepastian bahwa monyet yang tertangkap merupakan pelaku dari serangkaian gangguan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, pemerintah bersama aparat keamanan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, relawan, dan masyarakat guna mengantisipasi kemungkinan masih adanya monyet lain yang berkeliaran di wilayah Kota Tembilahan.
Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah meskipun seekor monyet telah berhasil diamankan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Jangan dulu menganggap persoalan ini sudah selesai sebelum hasil identifikasi dari BBKSDA Riau keluar. Mudah-mudahan ini memang monyet yang selama ini meresahkan sehingga situasi dapat kembali aman dan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang," katanya.
Junaidi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam operasi penangkapan tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan buah dari sinergi antara BBKSDA Riau, Polres Indragiri Hilir, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, pemerintah daerah, komunitas relawan, serta masyarakat yang secara sukarela membantu pemantauan dan pemasangan perangkap, khususnya warga di kawasan Parit 13, Parit 14, dan Parit 15.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, aparat keamanan, komunitas, dan semua pihak yang telah mendukung upaya penanganan ini. Semoga ikhtiar bersama ini dapat menjadi langkah awal untuk mengakhiri keresahan masyarakat akibat kemunculan monyet liar di Kota Tembilahan," pungkasnya.
Hingga hasil identifikasi dari BBKSDA Riau diumumkan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah serta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat keberadaan monyet liar di lingkungan permukiman.
Berita Populer
- Suami di Mandah Bunuh Pengganggu Istrinya Dengan Parang
- Polsek Kateman Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Guntung
- Mengerikan, Usai BAB, Gadis belia ini Digigit Buaya di Parit 10 Kayu Jati
- Gagal Perkosa, Pemuda Di Inhil Bunuh Bibi Kandung
- Saling Tikam Saat Mabuk Tuak, Seorang Pria di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah
Berita Terkait
- Bupati Siak Pantau Pos Penyekatan Minas dan Kandis0
- Pendataan SDGs Desa Sialang Panjang, Petugas Gerak Cepat turun ke lapangan0
- Cegah Pandemi, Pemcam Lubuk Dalam Lakukan Rapat Evaluasi Pencegahan Penularan Virus Covid-190
- Pemkab Siak Forkopimda dan Instansi Vertikal Gelar Rakor Penanggulangan Penyeberan Covid 190
- Wan Hamzah:Seharusnya Pemerintah Bijak Mengambil Keputusan.0








